Senin, 17 November 2014

Mommy's Here ^_^



My life has been changed since about two weeks ago. Mama, sosok yang dalam beberapa tahun terakhir ini tinggal terpisah denganku, akhirnya memutuskan untuk pulang. Ia melepaskan pekerjaannya sebagai supervisor sebuah toko baju di mall lantas hendak mencari penyambung hidup lain di sini, bersamaku dan Mbah Putri. Jadilah aku yang –sebelum ini­– terbiasa hidup berdua dengan Mbah, kini harus menyesuaikan diri dengan Mama dan karakternya. Jangan dikira aku tidak senang. Oh, tentu senang sekali. I love her so much.

So, perubahan apa saja yang terjadi? Hm, tentu rumah mungil ini jadi sedikit lebih ramai dari sebelumnya. Mbah dan Mama punya satu kebiasaan yang bertentangan satu sama lain. Mbah lebih suka menyimpan barang-barang lama selama masih bisa dimanfaatkan. Meski sudah agak rusak. Sedangkan menurut Mama, barang-barang seperti itu mending dibuang saja. Beli yang baru. Aku? Aku punya standar sendiri barang mana yang perlu dibuang atau tidak. Bisa dibilang pertengahan antara Mama dan Mbah. Sehingga kadang Mbah berkata bahwa aku seperti Mama ketika aku berkata ‘barang ini harus dibuang’. Sebaliknya, Mama juga pernah mengomentari bahwa aku seperti Mbah saat aku bersikeras menyimpan baju-baju lama yang masih bisa dipakai.

Dengan adanya Mama, rumah jadi lebih rapi. Hehehe. Apalagi ya? Jadi punya TV baru, dan beberapa perlengkapan rumah yang baru. Ini masih mau nambah beli karpet de-el-el kalau bukan tak ‘rem’ dengan “Please Ma, pelan-pelan napa? Nunggu dapat kerja dulu kek..”
Yah, semoga Mama segera mendapat pekerjaan yang terbaik. Aamiin.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Trip to Balikpapan part 1 *another late post*

Alhamdulillah, liburan ini aku dapat kesempatan berkunjung ke Balikpapan. Di sana tempat tinggal ortu & adik-adik. Ga setiap tahun bisa ngumpul bareng mereka. Kali ini iseng-iseng bikin catatan perjalanan. Sempat kena virus malas juga di tengah proses nulisnya, hehe. Selamat membaca.

Minggu, 17 Agustus 2014

Ramadhan di Kampus :)

Adzan maghrib berkumandang. Sekeliling meja makan segera dipenuhi jamaah yang hendak mengambil makanan & minuman untuk berbuka. Begitu pula denganku. Setelah mendapat sepiring kecil berisi kurma, potongan martabak manis, bakwan dan semangka, serta segelas teh hangat, aku berkeliling mencari tempat duduk. Akhirnya duduklah aku bersama sekelompok adik-adik LDK.

Minggu, 08 Desember 2013

REFRAMING


Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

Rabu, 02 Oktober 2013

Makna Dibalik Motif Batik (1): Parang


Pada dasarnya tergolong sederhana, berupa lilitan leter S yang jalin-menjalin membentuk garis diagonal dengan kemiringan 45 derajat. Namun, filosofi yang terkandung di dalamnya tidak sesederhana motifnya.

Batik Parang memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi berupa petuah agar tidak pernah menyerah sebagaimana ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik parang pun menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik itu dalam arti upaya memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga di mana batik parang di masa lalu merupakan hadiah dari bangsawan kepada anak-anaknya.


Rabu, 12 Juni 2013

Jangan Iri Pada Bidadari



Dear wanita muslimah, apa saja yang terpikirkan jika mendengar kata “bidadari surga”? Allah subhanahu wata'ala sudah memberi gambaran pada kita mengenai wujud bidadari surga dalam beberapa ayat-Nya. Yang penasaran, sok atuh buka terjemahan surah Ar Rahmaan (saya lupa ayat keberapa, hehe...). Sosok yang begitu cantik, bercahaya, bermata jeli, wangi, berakhlak baik, penuh cinta… Sempurna. Cantik luar dalam. Duh, wanita mana yang tidak iri pada bidadari surga yang digambarkan sedemikian mempesonanya.

Namun para wanita muslimah tidak perlu berkecil hati, karena Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mengabarkan bahwa wanita dunia (yang menjadi penghuni surga) kedudukannya lebih utama daripada bidadari surga. Lebih lengkapnya bisa dibaca dalam hadist berikut ini:

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”