Selasa, 23 April 2013

Makasih, Pak SUPELTAS...

Biasanya saat hendak ke kampus, atau ke manapun, tak jarang ku jumpai bapak-bapak dengan seragam hijau-kuning terang bertuliskan SUPELTAS. Kadang ada lebih dari satu orang agar bisa bekerja bergantian. Mereka mengatur lalu lintas di beberapa persimpangan yang cukup ramai namun tak ber-bangjo. Yah, kurang lebih perannya memang seperti lampu bangjo di persimpangan jalan besar. Secara bergantian memberi tanda untuk kendaraan dari arah mana dulu yang boleh lewat, sembari menahan kendaraan dari arah lainnya. Bedanya, mereka ini manusia. Beri garis bawah: manusia.

Yang selalu kuhargai dari sosok-sosok manusia ini adalah kesabarannya. Kalau dengan lampu bangjo saja masih ada yang iseng nyelonong, lah apalagi ini. Apalagi pernah dulu pas bulan Ramadhan. Coba bayangin! Panas-panas, (insya Allah) dalam kondisi puasa, ada seorang pengendara motor yang mau nekat nerabas jalur yang baru diberi kesempatan ‘jalan’. Tapi tidak jadi karena keburu dihadang bapak Supeltas ini dan jalur di depan sudah ramai. Si Bapak juga berkata, “Masya Allah… Sabar dulu tho! Nanti, gantian!” (Uh, Bapak juga yang sabar ya…)

[bukan hasil jepretan sendiri, tapi kurang lebih seperti inilah sosok pak Supeltas]
 
Kemudian yang baru-baru ini kulihat. Sore hari, seorang Bapak berseragam Supeltas membantu sekelompok kendaraan yang kesulitan menyeberang karena laju kendaraan yang melintas rata-rata berkecepatan tinggi dan enggan mengalah. Mungkin karena gemes, si Bapak yang (mungkin) sudah hendak pulang seusai bertugas, saat itu juga ia mengatur langsung dari atas sepeda motornya. :D

Terkadang ada pengendara baik sepeda motor atau mobil yang memberi tip, biasanya, yang kulihat sih, berupa uang seribuan. Aku sendiri belum pernah ikut memberi tip, takutnya malah jatuh or bikin macet karena nggak seimbang bawa motornya (satu tangan megang setang sambil satu tangan lagi ngasih duit). Paling-paling senyum manis sembari ngucap “Makasih, Pak…” Hehehe…

Iya. Terima kasih. Karena ada mereka, lalu lintas bisa lebih teratur. Allah-lah yang Maha Kuasa memberi balasan terbaik. Sebagai pengguna jasa mereka pun sebaiknya manut, supaya gak bikin semrawut.

2 komentar:

  1. Kunjungan perdana, euy! ~~ni rumah napa sampe 'sawangen' begitu? #Nggak dihuni~~ ^^v

    Ehehe, biasanya aku juga ngasih senyum doang sama bapak2 supeltas. ^^

    BalasHapus
  2. Ahaha... makasih udah mampir, sist.. Iya emang, ini rumah jarang ditengok ^_^

    BalasHapus